Kamis, 12 Maret 2020
Selasa, 26 Februari 2019
Rabu, 28 Maret 2018
Sabtu, 19 Maret 2016
CARA MEMASUKAN VIDEO YOUTUBE KE POSTINGAN BLOG
Menyertakan video kedalam postingan saat ini sudah menjadi kebutahan. Hal inilah yang disadari oleh blogspot sehingga memberikan kita kemudahan menyertakan video disetiap artikel yang terkait.
Seperti yang saya katakan diatas, ada dua cara memasukkan video Youtube kedalam postingan.
Cara Pertama
- Jika Anda lihat video Google diatas, itu saya masukkan melalui cara sederhana. Yakni, login ke akun blogspot Anda, lalu pilih Entri Baru untuk membuat postingan. Jika Anda sudah menyiapkan artikel, pilih lokasi yang akan Anda bari video, setelah itu, klik gambar tage action pada menu pilihan dibagian atas. Lihat gambar.
- Setelah mengklik, Akan muncul jendela baru. Disini ada banyak pilihan dalam menu, Anda bisa mengupload video buatan sendiri dari komputer Anda atau bisa lewat Youtube. Untuk Youtube pun ada dua pilihan, melalui kanal Anda di Youtube atau video milik orang lain di Youtube. Kita pilih yang kedua, menggunakan video orang lain di Youtube.
- Karena kita akan menggunakan video orang lain di Youtube kedalam postingan kita, pertama-tama ke Youtube-lah mengambil URL video tersebut, setelah dicopy, paste tepat dikolom yang disediakan, lalu klik icon cari disampingnya. Secara otomatis, video itu akan muncul dibagian bawah. Anda sisa memilih dan klik Pilih. Video tersebut akan menyatu dengan postingan Anda. Contohnya video diatas.
Cara Kedua
- Bukalah Youtube dan cari video mana yang ingin Anda tampilkan. Setelah dipilih, lihat bagian bawah Video. Pilih Share lalu pilih Embed. Copy script yang ada dibawahnya kedalam postingan Anda. Jika Anda ingin mengatur ukuran video, silahkan diatur lewat tombol dibawah script, ada tulisan Video size.
- Selanjutnya ke postingan Anda yang akan diberi video. Untuk menampilkan link video yang tadi diambil dari Youtube, pilih mode HTML pada postingan, dan paste script tersebut dilokasi yang Anda inginkan. Soal ukurannya, perhatikan kata width="320" height="266" di script yang Anda copy, silahkan rubah sesuai kebutuhan dan size postingan Anda.
- Jika telah selesai, kembalikan ke mode Compose dan publish tulisan Anda jika selesai. Kini video youtube telah turut serta dalam postingan Anda.
Demikianlah cara-cara yang bisa digunakan untuk memasukan video youtube ke postingan blog anda, semoga bermanfaat.
Rabu, 16 April 2014
Selasa, 08 April 2014
Sabtu, 29 Maret 2014
MEMILIH PEMIMPIN MASA DEPAN YANG BERIMAN
TIPS MEMILIH PEMIMPIN CERDAS......
Berbicara masalah pemimpin tentu dalam benak kita timbul sebuah pertanyaan mengenai sosok pemimpin yang ideal untuk memimpin suatu daerah atau negara. Hal ini tentu sangat penting untuk kita ketahui agar kedepannya kita tidak melakukan kesalahan dalam memilih figur pemimpin di masa yang akan datang. Apalagi menjelang pemilihan kepala daerah, maka pengetahuan mengenai sosok yang layak memimpin umat harus dimiliki oleh masyarakat yang akan dipimpin. Lalu bagaimanakah sosok pemimpin yang menjadi dambaan ummat tersebut ? Penulis akan mengulas hal tersebut secara garis besar agar dapat menjadi pedoman bagi kita dalam memilih pemimpin suatu daerah atau negara.
Sosok pemimpin yang ideal tentunya sangat erat kaitannya dengan figur Rasulullah SAW. Beliau merupakan pemimpin agama dan juga pemimpin negara. Rasulullah merupakan suri tauladan bagi semua orang, tidak hanya umat Islam saja tetapi juga seluruh manusia di bumi ini karena dalam diri beliau tersimpan kebaikan, kebaikan, dan kebaikan. Hal tersebut juga telah dijelaskan Allah dalam al-Quran surah Al-Ahzab : 21. Rasulullah SAW sebagai pemimpin umat telah memberikan contoh keteladanan dalam membimbing umat ke jalan yang mensejahterakan umat secara lahir dan bathin. Beliau tidak hanya memimpin agama saja, tetapi beliau adalah sosok yang patut diteladani dalam memimpin sebuah negara.
Oleh karena itu dalam memilih sosok pemimpin yang ideal harus berkaca pada model kepemimpinan Rasulullah. Sebagai pemimpin yang ideal dan penuh dengan keteladanan, Rasulullah telah dikaruniai 4 (empat) sifat utama yaitu : Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah. Keempat sifat tersebut tentu menjadi dasar atau kriteria seorang pemimpin yang ideal sesuai dengan sifat Rasulullah SAW.
Pertama, Shiddiq artinya jujur. Kejujuran adalah syarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin yang jujur maka akan jauh dari sifat dusta dalam kepemimpinannya. Masyarakat akan selalu mempercayai setiap apa yang menjadi kebijakan untuk mensejahterakan rakyatnya. Pemimpin yang memiliki sifat jujur juga akan lebih dicintai oleh rakyatnya karena janji-janji yang diucapkannya pada saat kampaye tidak sekedar “silat lidah” semata. Sebaliknya seorang pemimpin yang dusta dan hanya mengumbar janji demi kekuasaan pasti akan dibenci oleh rakyatnya. Kejujuran seorang pemimpin dapat kita nilai dari perkataan dan sikapnya.karena perkataan seorang pemimpin merupakan cerminan dari hatinya.
Kedua, Tabligh artinya menyampaikan atau komunikatif. Seorang pemimpin harus mempunyai sifat terbuka kepada seluruh masyarakatnya. Apa yang telah menjadi kebijakannya harus disampaikan kepada rakyatnya. Selain itu, seorang pemimpin juga mempunyai kewajiban untuk menyampaikan yang benar dan yang salah agar masyarakatnya tidak terjerumus kedalam jurang kenistaan. Sosok pemimpin yang mempunyai sifat tabligh adalah mereka berani menyatakan kebenaran meskipun mempunyai resiko atau konsekuensi yang berat. Seorang pemimpin juga harus selalu menjalin komunikasi yang harmonis dengan rakyatnya agar tidak terjadi kesalahfahaman terhadap apa yang telah menjadi kebijakan seorang pemimpin.
Ketiga, Amanah artinya terpercaya. Amanah juga merupakan sifat wajib yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dengan memiliki sifat amanah, maka pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat yang telah diserahkan diatas pundaknya. Bangsa kita kini mengalami krisis pemimpin yang amanah. Hal itu terbukti dengan banyaknya pemimpin kita yang berbondong-bondong masuk penjara karena terjerat kasus korupsi. Jabatan yang disandangnya telah disalahgunakan yaitu dengan memanfaatkan jabatan mereka sebagai alat untuk menumpuk kekayaan. Mereka tidak lain adalah seorang perampok yang berdasi dengan cara menghianati kepercayaan rakyatnya. Oleh karena itu pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang bertanggung jawab yaitu melaksanakan tugas dengan lebih berorientasi kepada ketuntasan dan kesempurnaan.
Keempat, Fathonah artinya cerdas. Seorang pemimpin seyogyanya harus memiliki kecerdasaran di atas rata-rata masyarakatnya. Hal ini dimaksudkan agar pemimpin tersebut memiliki rasa percaya diri untuk memimpin rakyatnya. Kecerdasan merupakan modal utama untuk menjadi seorang pemimpin. Karena hal itu akan membantunya dalam memecahkan persoalan yang dihadapi oleh masyarakatnya. Kecerdasan atau ilmu yang dimiliki oleh seorang pemimpin itu ibarat bahan bakar yang digunakan untuk menjalankan roda kepemimpinannya.
Oleh karena itu, mencari sosok pemimpin yang ideal memang bukan pekerjaan yang mudah atau instan, tetapi kita harus bekerja keras untuk selalu melahirkan sosok pemimpin yang ideal tersebut agar negara kita tidak kekurangan stok pemimpin yang sesuai dengan karateristik kepemimpinan Rasulullah SAW. Maka harus dilakukan pembinaan sejak dini tentu dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Semoga kita mendapatkan sosok pemimpin yang agamawan sekaligus negarawan menuju kehidupan masyarakat yang madani. INGAT TANGGAL 9 APRIL JANGAN SAMPAI SALAH PILIH, 5 MENIT MENCBLOS MENENTUKAN MASA DEPAN INDONESIA 5 TAHUN KEDEPAN...
Selasa, 17 Desember 2013
Jumat, 23 Agustus 2013
KEGIATAN MOP SMP PUI MUKTISARI TAHUN 2013
Salam Pramuka.....?
Apa kabar semuanya? Mudah-mudahan semuanya dalam keadaan baik-baik saja.
Hari ini tepatnya tanggal 23 agustus 2013 SMP PUI Muktisari tengah melaksanakan kegiatan MOP, dimana pada awalnya kegiatan ini sempat tertunda karena waktunya bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan, jadinya dilaksanakan sekarang deh...tapi ga apalah yang penting tidak mengurangi makna dan tujuannya.
Kegiatan MOP ini dimaksudkan untuk melatih pengetahuan anak tentang kepramukaan, baik melatih mental, fisik serta materi yang berhubungan dengan kepramukaan.
Kegiatan MOP ini diikuti oleh kurang lebih 150 orang siswa yang terdiri dari siswa kelas VII, Kelas VIII sebagai peserta dan Kelas IX sebagai panitia yang juga di bantu oleh para Pembina yang senantiasa mendampingi kegiatan tersebut dari awal.
Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan dari awal sampai akhir dan tentunya harus seru dan berkesan dong....Ok!!!
Minggu, 21 Juli 2013
RENUNGAN RAMADHAN (by Iman Nurzaman, S.Pd.
BAHAYA
MEREMEHKAN DOSA
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan tiga
kesempatan kepada kita untuk bertaubat:
Pertama, sebelum
dicatat dosa itu oleh malaikat, berdasarkan hadis berikut:
اِنَّ صَاحِبِ الشَّمَالِ لَيَرْفَعُ الْقَلَمَ سِتَّ سَاعَاتٍ عَنِ الْعَبْدِ الْمُسْلِمِ الْمُخْطِئِ فَإِنْ نَدِمَ وَاسْتَغْفَرَ اللهَ مِنْهَا اَلْقَاهَا وَاِلاَّ كُتِبَتْ وَاحِدَةً
“Sesungguhnya malaikat yang berada di sebelah kiri
mengangkat pena (tidak mencatat) selama enam jam ketika seorang hamba
muslim melakukan dosa. Jika ia menyesali perbuatannya dan meminta ampunan
Allah, maka dilepaslah pena itu, namun jika tidak demikian, maka akan dicatat
satu dosa.” (HR. Thabrani dalam al-Kabir dan Baihaqi dalam Syu’abul
Iman, dihasankan oleh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahiihah
(1209)).
Kedua, Setelah
dicatat dan,
Ketiga, Sebelum ajal
tiba.
Namun sangat disayangkan, banyak orang yang tidak
mengenal siapa Allah dan tidak mengetahui keagungan-Nya sehingga membuat mereka
berani mendurhakai-Nya dengan melakukan dosa-dosa di malam dan siang hari.
Ada di antara mereka yang menganggap remeh suatu dosa,
misalnya mengatakan, “Memangnya, apa bahaya memandang wanita?” atau “Memangnya,
apa bahaya dari berjabat tangan dengan lawan jenis?”, akhirnya mereka berani
memandang wanita yang terbuka aurat baik di koran, majalah, televisi dan
lain-lain. Sampai-sampai di antara mereka ketika mengetahui haramnya suatu
perbuatan, bertanya, “Apakah dosa ini besar atau kecil?”
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya
kalian mengerjakan perbuatan yang kalian kira lebih ringan dari sehelai rambut,
padahal kami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggapnya
termasuk perbuatan yang dapat membinasakan.” (Diriwayatkan oleh Bukhari)
Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,
“Sesungguhnya seorang mukmin memandang dosa-dosanya seakan-akan ia sedang
duduk di bawah sebuah bukit, ia takut kalau bukit itu roboh menimpanya.
Sedangkan orang yang fasik memandang dosa-dosanya seakan-akan ada lalat yang
menempel di hidungnya, lalu ia berbuat seperti ini –yakni dengan tangannya- ia
menyingkirkan lalat itu.” (Diriwayatkan oleh Bukhari)
Ahli ilmu menjelaskan bahwa dosa yang kecil apabila
dilakukan tanpa ada rasa malu, tidak peduli sama sekali dan hilangnya rasa
takut kepada Allah disertai sikap meremehkan bisa menjadikannya dosa besar.
Oleh karena itu,
لاَ صَغِيْرَةَ مَعَ الْاِسْتِمْرَارَ وَلاَ كَبِيْرَةَ مَعَ الْاِسْتِغْفَارِ
“Tidak ada dosa
kecil apabila dilakukan terus-menerus,
Dan tidak ada
dosa besar apabila diiringi dengan istighfar.”
Menganggap remeh suatu dosa adalah penyakit berbahaya,
kepada orang yang terserang penyakit ini, kita katakan, “Kamu jangan melihat
kecilnya dosa yang kamu kerjakan, tetapi lihatlah kepada siapa kamu
bermaksiat.”
Syarat Taubat dan Penyempurnanya
Taubat adalah kata-kata mulia yang isinya dalam, tidak
seperti yang disangka oleh banyak orang yaitu hanya ucapan di lisan namun
perbuatannya masih tetap di atas dosa. Perhatikanlah ayat berikut ini:
وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ
Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan
bertaubat kepada-Nya. (QS. Huud: 3)
Kita dapat mengetahui bahwa taubat adalah sesuatu yang
lebih setelah istighfar.
Karena masalah taubat adalah masalah yang sangat
penting, para ulama menyebutkan syarat-syarat taubat yang mereka ambil dari
Alquran dan sunah. Berikut ini syaratnya:
- Segera meninggalkan perbuatan dosa itu.
- Menyesalinya.
- Berniat keras untuk tidak mengulangi.
Dan apabila ada hak orang lain yang kita ambil/zhalimi
maka ditambah dengan yang keempatnya yaitu mengembalikan hak mereka atau
meminta dihalalkan berdasarkan hadis berikut:
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لأَحَدٍ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَىْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ ، قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُونَ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ » .
“Barang siapa yang pernah menzalimi seseorang baik
kehormatannya ataupun yang lainnya, maka mintalah untuk dihalalkan pada hari
ini sebelum datang hari yang ketika itu tidak ada dinar dan dirham. Jika ia
memiliki amal saleh, maka diambillah amal salehnya sesuai kezhaliman yang
dilakukannya, namun jika tidak ada amal salehnya, maka kejahatan orang itu akan
dipikulkan kepadanya.” (HR. Bukhari)
Sebagian ahli ilmu menyebutkan syarat lain taubat nashuha
(yang sesungguhnya) yang merupakan penyempurnanya sbb:
Pertama, meninggalkan
dosa tersebut karena Allah.
Yakni ia meninggalkan dosa tersebut bukan karena tidak
mampu mengerjakannya, bukan juga karena takut dibicarakan oleh manusia.
Sehingga tidaklah dinamakan taubat jika seseorang meninggalkan dosa karena
khawatir namanya menjadi buruk di masyarakat. Dan tidaklah dinamakan taubat
kalau ia meninggalkan dosa karena khawatir sakit seperti orang yang
meninggalkan zina karena khawatir terserang penyakit Aids.
Kedua, merasakan
buruknya perbuatan dosa.
Yakni taubat yang sesungguhnya tidak mungkin membuat
seseorang senang ketika mengingat dosa-dosanya yang telah lalu atau merasakan
nikmat perbuatan dosa, atau bahkan ada keinginan untuk mengulanginya.
Ketiga, bersegera
dalam bertaubat.
Oleh karena itu, apabila seseorang menunda-nunda
taubat berarti taubatnya menunjukkan kurang sunguh-sungguh.
Keempat, merasa
khawatir taubatnya belum diterima.
Yakni seseorang yang bertaubat tidak boleh memastikan
bahwa taubatnya sudah diterima sehingga dirinya santai merasa aman dari makar
Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kelima, adanya upaya
untuk menutupi kekurangan dalam memenuhi hak Allah ketika mampu. Misalnya
mengeluarkan zakat yang ditahannya di tahun yang lalu, di samping karena adanya
hak orang fakir di hartanya itu.
Keenam, meninggalkan
tempat maksiat dan kawan-kawannya yang mendorongnya berbuat maksiat.
Hendaknya seseorang yang bertaubat mengingat firman
Allah Subhanahu wa Ta’ala ini”
اْلأَخِلآءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi
musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS. Az Zukhruf: 67)
Kawan-kawan jahatnya kelak akan saling melaknat satu
sama lain. Oleh karena itu, hendaknya ia meninggalkan kawannya itu jika ia
merasakan kesulitan mendakwahinya, dan jangan sampai memberikan kesempatan
kepada setan menyeret dirinya dengan ikut duduk bersama mereka, karena ada saja
orang yang kembali lagi berbuat maksiat ketika tetap bergaul dengan
kawan-kawannya yang jahat.
Dalam sebuah hadis shahih disebutkan, bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ فَأَتَاهُ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَهَلْ لَهُ مِنَ تَوْبَةٍ فَقَالَ لاَ . فَقَتَلَهُ فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ نَعَمْ وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاعْبُدِ اللَّهَ مَعَهُمْ وَلاَ تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ . فَانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلاَئِكَةُ الْعَذَابِ فَقَالَتْ مَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلاً بِقَلْبِهِ إِلَى اللَّهِ . وَقَالَتْ مَلاَئِكَةُ الْعَذَابِ إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ . فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ فِى صُورَةِ آدَمِىٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ فَقَالَ قِيسُوا مَا بَيْنَ الأَرْضَيْنِ فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ . فَقَاسُوهُ فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الأَرْضِ الَّتِى أَرَادَ فَقَبَضَتْهُ مَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ » .
“Dahulu, di zaman sebelum kamu ada seseorang yang
telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Dia pun bertanya kepada
orang-orang siapa yang paling mengerti agama, lalu diberitahukanlah kepadanya
seorang rahib (ahli ibadah), maka didatanginya ahli ibadah itu dan
diberitahukannya bahwa dia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah
masih bisa bertaubat? Ahli ibadah itu menjawab, “Tidak bisa.” Maka dibunuhnya
ahli ibadah itu sehingga genap seratus orang yang telah dibunuhnya.
Namun dia (masih ingin bertaubat) dan bertanya
siapakah orang yang mengerti agama, maka ditunjukkanlah kepadanya seorang yang
alim (mengerti agama), ia memberitahukan kepadanya bahwa dirinya telah membunuh
seratus orang, “Apakah masih bisa bertaubat?” Orang alim itu menjawab, “Ya, siapakah
yang dapat menghalangi seseorang untuk bertaubat.
Pergilah kamu ke kampung ini atau itu, karena di sana
ada orang-orang yang beribadah kepada Allah. Beribadahlah kamu kepada Allah
bersama mereka, dan jangan kembali lagi ke kampungmu, karena kampungmu adalah
kampung yang buruk.”
Orang ini pun pergi, dan di tengah perjalanan
tiba-tiba maut datang, sehingga malaikat rahmat dan malaikat adzab berselisih
(siapa di antara keduanya yang mencabut nyawanya).
Malaikat rahmat berkata, “Bukankah ia datang untuk
bertaubat seraya menghadapkan hatinya kepada Allah?” Sedangkan malaikat adzab
berkata, “Tetapi dia belum sempat berbuat baik.” Maka datanglah kepada mereka
seorang malaikat dalam bentuk manusia, dan dijadikanlah ia sebagai hakim di
antara mereka berdua, ia berkata, “Ukur saja jarak antara kedua kampung,
apabila lebih dekat ke kampung yang satu, maka yang mencabut adalah malaikat
ini.” Kedua malaikat itu pun mengukur, ternyata lebih dekat ke kampung yang
hendak ditujunya, maka dicabutlah nyawanya oleh malaikat rahmat.”
(HR. Muslim)
Ketujuh, menghilangkan
benda-benda haram agar tidak bisa kembali lagi berbuat maksiat.
Benda-benda haram itu misalnya minuman keras, alat
musik, gambar porno, buku-buku yang mengisahkan kisah-kisah porno, patung dsb.
Kedelapan, mencari kawan
yang membantunya menjalankan ketaatan atau membantunya tetap istiqamah.
Termasuk dalam hal ini adalah menghadiri majlis-majlis
ilmu dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin, jangan sampai memberikan kesempatan
kepada setan untuk mengenang masa-masa lalunya.
Kesembilan, memperhatikan
badannya.
Yakni jika sebelumnya badannya tumbuh dari yang haram
dan untuk perbuatan yang haram, ia bersihkan dengan makanan yang halal dan
menggunakannya untuk ketaatan kepada Allah.
Kesepuluh, taubat tersebut
dilakukan sebelum kiamat kecil yaitu ketika nyawa di tenggorokan dan sebelum
tibanya tanda kiamat besar yaitu matahari terbit dari barat.
Wallahu:alam
Bishowab
Langganan:
Postingan (Atom)





